Versi Terbaru Google Android 1.5
Posted on 07.26 by -aHmEd RidHo-
Posted on 07.26 by -aHmEd RidHo-
Posted on 07.14 by -aHmEd RidHo-
Liverpool membayar tuntas hasil buruk di ajang Liga Champions ketika dibekuk Chelsea 1-3. Menjamu Blackburn Rovers di Anfield, Sabtu (11/4/2009) WIB, The Reds menang telak dengan skor 4-0.
Adalah Fernando Torres yang jadi bintang lapangan dalam laga ini. Ya, bomber internasional Spanyol itu menyumbang dua gol untuk Liverpool. Adapun dua gol lainnya disumbang Daniel Agger dan pemain muda usia David N’Gog.
Raihan tiga poin ini untuk sementara mengantarkan The Reds memuncaki klasemen sementara Premier League dengan koleksi 70 poin. Akan tetapi, posisi tersebut masih rawan direbut kembali oleh Manchester United yang baru akan menggelar laga melawan Sunderland dalam 24 jam ke depan.
Laga baru berjalan lima menit, publik Anfield sudah bergemuruh. Ya, Torres dengan skil indivedu yang menawan merobek gawang Rovers yang dikawal Paul Robinson. Menerima bola umpan lambung dari belakang, Torres mengontrolnya dengan apik dan lantas melepaskan tendangan keras tanpa melihat ke gawang. Gol, 1-0 untuk tuan rumah.
Unggul, The Reds kian meningkatkan tempo serangan. Sayang, dua peluang emas dari Torres dan Javier Mascherano tak menemui bidang sasaran. Adapun tandukan dari Dirk Kuyt di menit 26 masih mampu diblok kiper Robinson.
Akan tetapi, menginjak menit 33, gawang Robinson akhirnya kembali robek. Untuk kedua kalinya Torres mencatatkan namanya di papan skor. Kali ini, Torres merobek gawang Robinson lewat tandukan memanfaatkan crossing dari Xabi Alonso.
Babak kedua berjalan tujuh menit, Torres nyaris saja mencetak hat-trick. Sayang, tembakannya yang memanfaatkan sodoran manis dari Kuyt masih dapat dipatahkan Robinson.
Pertengahan babak kedua, Rovers mulai bangkit. Hasilnya, peluang pun didapat pada menit 71. Sayang, tandukan dari Christhoper Samba menyongsong umpan silang Keith Tracy masih mampu dipatahkan Pepe Reina.
Enam menit kemudian, Samba kembali membuang peluang emas yang mendatanginya. Tendangannya menyambut umpan Keith Andrews kembali digagalkan Reina.
Di tengah upaya untuk merajut tali penyelamat, gawang Rovers justru kembali koyak untuk kali ketiga di menit 83. Adalah tendangan geledek dari Daniel Agger yang mengoyak gawang Rovers untuk kali ketiga.
Rovers kian terpuruk usai David N’Gog melengkapi pesta gol The Reds di menit 90. Mendapat umpan matang dari Lucas Leiva, N’Gog tanpa kesulitan berarti melesakkan si kulit bundar ke gawang Robinson.
Skor 4-0 pun menjadi hasil akhir dalam laga ini. Kekalahan, membuat Rovers kembali terancam jeratan zona degradasi, yang saat ini menempati posisi 15 klasemen sementara dengan mengemas 34 poin.
Posted on 06.49 by -aHmEd RidHo-
Posted on 06.36 by -aHmEd RidHo-
Posted on 06.13 by -aHmEd RidHo-
Posted on 05.46 by -aHmEd RidHo-
Rasulullah Sosok Pemuda Terpercaya
Oleh: Yasir Maqosid, Lc
Wanita pertama yang menyusui Muhammad saw setelah ibundanya adalah Tsuwaibah, hamba sahaya Abu Lahab (paman Rasulullah saw yang memusuhi ajaran dakwah beliau). Tsuwaibah pula yang mengabarkan kepada Abu Lahab tentang kelahiran Muhammad saw. Abu Lahab begitu gembira mendengar kabar kelahiran keponakannya hingga ia memerdekakan Tsuwaibah. Kerena perbuatannya ini, maka Allah memberikan keringanan siksaan kelak di neraka kepada Abu Lahab, yaitu diberi minum dari ujung jarinya.
Kemudian Muhammad saw disusui oleh Halimah As-Sa’diyyah dan tinggal di Bani Sa’ad hingga usia lima tahun. Saat di rumah Halimah, Muhammad saw mengalami peristiwa yang sangat unik, yaitu pembedahan dada. Dada beliau dibedah oleh Jibril as untuk kemudian dikeluarkan, dihilangkan noda hitam, dicuci dengan air zam-zam, dan dipenuhi dengan iman dan hikmah.
Pada usia enam tahun, Muhammad saw diajak ibunya berziarah ke makam ayahnya yang ada di Madinah. Selesai berziarah Aminah pulang membawa anaknya. Dalam perjalanan pulang, penyakit yang diderita Aminah bertambah parah, sementara keduanya masih berada di padang pasir tepatnya, di desa Abwa`. Akhirnya Aminah meninggal dunia di tempat tersebut di hadapan anaknya, Muhammad saw, yang baru berumur enam tahun.
Setelah ditinggal ayah dan ibunya untuk selama-lamanya, Muhammad saw kemudian diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthallib. Sang kakek sangat mencintai cucunya ini, kemana pun ia pergi senantiasa mengajak Muhammad saw, bahkan ketika sedang berkumpul bersama para pembesar Mekah untuk membahas masalah-masalah penting. Muhammad saw sering mendengar percakapan di antara para pembesar Mekah, yang merupakan modal pengetahuan baginya di masa depan.
Saat Muhammad saw berusia delapan tahun lebih lebih dua bulan sepuluh hari, Abdul Muthalib meninggal dunia. Sepeninggal kakeknya, Muhammad saw diasuh oleh pamannya yang bernama Abu Thalib. Abu Thalib sangat mencintai Muhammad saw, bahkan melebihi cintanya kepada anaknya sendiri.
Pada saat Muhammad berumur 35 tahun, ada peristiwa yang sangat bersejarah dalam hidupnya. Para penduduk Mekah ingin merenovasi Ka’bah dikarenakan tiang-tiangnya sudah mulai rapuh dan temboknya mulai amblas. Mereka kemudian berpikir untuk membangunnya kembali. Setelah pembangunan selesai, giliran meletakkan Hajar Aswad di tempatnya semula.
Inilah pekerjaan terhormat yang dinanti-nantikan seluruh kabilah. Terjadi silang pendapat di antara mereka hingga hampir saja terjadi peperangan, disebabkan setiap kabilah ingin mendapat kohormatan meletakkan Hajar Aswad ke tempatnya semula.
Ada salah seorang yang berkata, “Bagaimana menurut pendapat kalian jika kita serahkan saja keputusan permasalahan ini terhadap orang yang terlebih dahulu datang ke tempat ini?” Mereka menjawab, “Setuju.”
Ternyata orang yang datang pertama kali adalah Rasulullah. Mereka semua akhirnya gembira dan mengelu-elukan, “Kami ridha terhadap Ash-Shadiq Al-Amin (yang jujur dan terpercaya). Kemudian mereka menyerahkan permasalahan ini kepada Rasulullah.
Dengan sifat bijaksananya, seketika Nabi berkata, “Datangkanlah selendang kepadaku”. Mereka lalu menyerahkan selendang. Kemudian Nabi membeber selendang itu dan meletakkan Hajar Aswad di atasnya. Setelah itu mengumpulkan para pemuka dan pemimpin dari setiap kabilah. Nabi berkata, “Marilah setiap kabilah memegang selendang ini dari sisinya”.
Para pemuka kabilah lalu memegang sisi-sisi selendang. Setelah itu Rasulullah memberi aba-aba untuk mengangkat selendang yang di atasnya terdapat Hajar Aswad. Selanjutnya Nabi sendiri yang mengambil Hajar Aswad dan meletakkannya ke tempat semula.
Dengan demikian selesailah permasalahan yang hampir saja menyebabkan peperangan antar kabilah, berkat sifat amanah yang dimiliki Rasulullah. Sungguh pantas beliau menyandang gelar sebagai Al-Amin.
Posted on 01.23 by -aHmEd RidHo-
Designed by |_Arabgokil-Sarah alkaff_| | and Creted by Ahmed Ridho