Hukum Merayakan Hari Valentine

Posted on 06.12 by -aHmEd RidHo-

Keinginan untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikiran. Apalagi bila mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syi'ar dan kebiasaan. Padahal Rasulullah shallallahu ?alaihi wasallam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam, artinya,
"Barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut." (HR. At-Tirmidzi).

Valentine?s Day adalah salah satu contoh hari besar di luar Islam yang pada hari itu sebagian kaum muslimin ikut memperingatinya, terutama kalangan ramaja dan pemuda. Padahal Valentine -menurut salah satu versi sebuah ensiklopedi- adalah nama pendeta St. Valentine yang dihukum mati karena menentang Kaisar Claudius II yang merlarang pernikahan di kalangan pemuda. Oleh karena itu kiranya perlu dijelaskan kepada kaum muslimin mengenai hukum merayakan hari Valentine atau yang sering disebut sebagai hari kasih sayang.

Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkata, "Memberikan ucapan selamat terhadap acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, "Selamat hari raya!" dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah subhanahu wata?ala. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah subhanahu wata?ala dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid'ah atau kekufuran. Padahal dengan itu ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah subhanahu wata?ala."

Abu Waqid meriwayatkan, "Rasulullah shallallahu ?alaihi wasallam saat keluar menuju perang Khaibar, beliau melewati sebuah pohon milik orang-orang musyrik, yang disebut dengan Dzaatu Anwaath, biasanya mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut. Para sahabat Rasulullah shallallahu ?alaihi wasallam berkata, "Wahai Rasulullah, buatkan untuk kami Dzaatu Anwaath, sebagaimana mereka mempunyai Dzaatu Anwaath." Maka Rasulullah bersabda, "Maha Suci Allah, ini seperti yang diucapkan kaum Nabi Musa, 'Buatkan untuk kami tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan.' Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang yang ada sebelum kalian." (HR. At-Tirmidzi, ia berkata, hasan shahih).

Syaikh Muhammad al-Utsaimin ketika ditanya tentang Valentine's Day mengatakan, "Merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena alasan berikut:
Pertama; ia merupakan hari raya bid'ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari'at Islam.
Kedua; ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) -semoga Allah meridhai mereka-. Maka tidak halal melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah subhanahu wata?ala melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya."

Maka adalah wajib bagi setiap orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat untuk melaksanakan wala' dan bara' (loyalitas kepada muslimin dan berlepas diri dari golongan kafir) yang merupakan dasar akidah yang dipegang oleh para salaf shalih. Yaitu mencintai orang-orang mu'min dan membenci dan menyelisihi orang-orang kafir dalam ibadah dan perilaku.

Di antara dampak buruk menyerupai mereka adalah: ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah nilai-nilai Islam. Dampak buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti memperbanyak jumlah mereka, mendukung dan mengikuti agama mereka, padahal seorang muslim dalam setiap raka'at shalatnya telah membaca ayat,artinya,
"Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat." (Al-Fatihah:6-7)

Bagaimana mungkin ia memohon kepada Allah subhanahu wata?ala agar ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yang mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan mereka yang sesat dan dimurkai, namun ia sendiri justru menempuh jalan sesat itu dengan sukarela.

Lain dari itu, mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup mereka akan membuat mereka senang serta dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati. Allah subhanahu wata?ala telah berfirman, yang artinya,
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim." (al-Maidah:51)

Di dalam ayat lainnya, artinya,
"Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya." (Al-Mujadilah: 22)

Ada seorang gadis mengatakan bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang memperingatinya.

Saudaraku!! Ini adalah suatu kelalaian, padahal sekali lagi: Perayaan ini adalah acara ritual agama lain! Hadiah yang diberikan sebagai ungkapan cinta adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan pesta-pesta ritual agama lain dan tradisi-tradisi Barat, akan mengakibatkan seseorang terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka.

Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang sepele, tapi lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga saat ini kita lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda.

Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih baik dari itu semua, sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Di antaranya, bahwa dalam pandangan kita, seorang ibu mempunyai kedudukan yang agung, kita bisa mempersembahkan ketulusan dan cinta itu kepadanya dari waktu ke waktu, demikian pula untuk ayah, saudara, suami dst, tapi hal itu tidak kita lakukan khusus pada saat yang dirayakan oleh orang-orang kafir.

Semoga Allah subhanahu wata?ala senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang disebutkan dalam hadits qudsi, Allah subhanahu wata?ala berfirman yang artinya,
"Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling mencintai karena Aku, yang saling berkorban karena Aku dan yang saling mengunjungi karena Aku." (HR. Ahmad).(fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin)

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • Seorang muslim dilarang untuk meniru-niru kebiasan orang-orang di luar Islam, apalagi jika yang ditiru adalah sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan, pemikiran dan adat kebiasaan mereka.

  • Bahwa mengucapkan selamat terhadap acara kekufuran adalah lebih besar dosanya dari pada mengucapkan selamat kepada kemaksiatan seperti meminum minuman keras dan sebagainya.

  • Haram hukumnya umat Islam ikut merayakan Hari Raya orang-orang di luar Islam.

  • Valentine's Day adalah Hari Raya di luar Islam untuk memperingati pendeta St. Valentin yang dihukum mati karena menentang Kaisar yang melarang pernikahan di kalangan pemuda. Oleh karena itu tidak boleh ummat Islam memperingati hari Valentin's tersebut
»»  -_Lanjutkan_-

Imam Abdul Wahid Pedersen, salah seorang tokoh Islam di DENMARK menyebut karikatur pelecehan terbaru terhadap Nabi Muhammad SAW yang direncanakan seorang pengarang DENMARK untuk dilauching dalam waktu dekat itu sebagai tindakan dungu. Ia memperingatkan akan adanya reaksi serupa sebagaimana yang terjadi terhadap penayangan karikatur pelecehan oleh surat kabar Jyllands Posten tiga tahun lalu.

Seorang pengarang asal DENMARK berniat menerbitkan buku baru di awal bulan Desember mendatang yang berisi sejumlah karikatur pelecehan terhadap Rasulullah SAW, sejumlah tokoh politik, tokoh agama dan para penguasa buatan kartunis Geertz Estrjard, pembuat karikatur pelecehan terhadap Nabi SAW yang dimuat surat kabar Jyllands Posten DENMARK pada bulan September tahun 2005 lalu di mana ketika itu menimbulkan berbagai bentuk protes dan unjuk rasa di seantero dunia Islam.

Buku yang mengeritik sebagian tokoh sejarah itu berisi komentar-komentar dan artikel-artikel pengarang dan sejarawan Lars Hivkord, di samping 26 karikatur penjelas lainnya karya kartunis Estrjard. Demikian seperti dimuat situs info Denmark.

Pedersen mengatakan, “Karikatur-karikatur baru itu merupakan bagian dari ‘badai’ lainnya yang tengah dihadapi umat Islam di DENMARK sejak beberapa tahun. Ini adalah tindakan dungu. Saya tidak menyangka Geertz kembali membuatnya setelah polemik yang telah ditimbulkan karikaturnya tiga tahun lalu.”

Pedersen menambahkan dengan nada kesal, “Saya tidak melihat ada tujuan atau makna yang jelas dalam pembuatan karikatur-karikatur tersebut, ataupun momentum pemuatannya sekarang. Karikatur-karikatur itu telah menghilangkan optimisme saya untuk melakukan dialog antar agama di DENMARK.”

Pedersen bahkan memperingatkan, bahwa karikatur-karikatur baru itu bisa jadi menimbulkan ancaman bagi keselamatan masyarakat DENMARK. Namun ia tidak langsung menyiratkan bagaimana bentuk ancaman tersebut tepatnya. Ia mengatakan, “Karikatur-karikatur itu merupakan bukti bahwa si kartunis, Geertz belum mau belajar apa pun sepanjang tiga tahun lalu. Saya tidak mengerti, bagaimana cara ia berpikir? Apakah ia memikirkan keselamatan DENMARK dan rakyatnya.?”

Tokoh dan pemimpin Islam DENMARK itu menuduh si pengarang itu telah melakukan provokasi terhadap umat Islam dan menyeret mereka ke kancah konfrontasi di tengah masyarakat DENMARK. Ia mengatakan, “Kita tahun bahwa Istrjart dan Hivkord memiliki agenda khusus yang bertujuan memprovokasi umat Islam. Saya tidak yakin bahwa dapat diterima oleh akal tindakan mereka dan orang-orang seperti mereka yang terus menerus menjadikan masyarakat DENMAR sebagai tawanan bagi pemikiran dan perbuatan meereka.”

Pedersen menolak untuk membicarakna lebih dalam tentang apa reaksi yang paling baik terhadap provokasi-provokasi tersebut. Ia melihat terlalu dini membicarakan hal itu.

Namun ia mengatakan, “Kami tidak akan tinggal diam. Kami akan mengatakan pendapat kami mengenai karikatur-karikatur ini sebagaimana penolakan kami terhadap karikatur-karikatur terdahulu. Bila ada celah untuk menggugat ke pengadilan, maka kami tidak akan membuang-buang waktu untuk memanfaatkannya.” (almkhtsr/AHS)
»»  -_Lanjutkan_-

Membangunkan Tamu Untuk Shalat Shubuh

Posted on 06.00 by -aHmEd RidHo-

Tanya :

Apakah hukumnya menurut Islam bila saya kedatangan tamu sedangkan diantara mereka ada yang tidak suka dibangunkan untuk shalat shubuh ? apakah saya biarkan atau saya bangunkan meskipun ia akan sangat marah kalau dibangunkan? Mohon kami diberi petunjuk , semoga Allah membalasnya

Jawab :

Wajib bagi anda membangunkan orang yang tidur di rumah anda untuk shalat shubuh sebab ini termasuk amar ma'ruf. Jika ia tidak mau maka wajib bagi anda mengusirnya dari rumah sebab ini termasuk kesempurnaan pengingkaran terhadap kemungkaran. [ Allajnah Ad-Daimah Li Al-Buhuts Al-'Ilmiah Wa Al-Ifta', Al-Fatawa, (Riyadh : Dar Al-'Ashimah,1998), jld. XII, hal. 344 ].
»»  -_Lanjutkan_-

Hukum Meninggalkan Shalat Karena Sakit

Posted on 05.56 by -aHmEd RidHo-

Tanya :

Syaikh Muhammad bin Ibrahim ditanya: Ada pertanyaan yang menanyakan tentang shalat-shalat yang ditinggalkan seseorang karena sedang menjalani pengobatan selama hampir dua puluh satu hari, Anda pernah menyebutkan bahwa waktu shalat itu dimulai dengan Zhuhur atau Ashar, bagaimanakah hukumnya?

Jawab :

Kami katakan bahwa diharuskan baginya untuk mengqadha shalat-shalat yang telah ia tinggalkan semampu mungkin, bahkan jika mungkin maka ia harus melakukan shalat-shalat itu dengan berurutan dalam satu hari, tapi jika tidak mampu dalam satu hari maka dibagi beberapa hari sesuai kemampuannya, hal itu ia lakukan secara tertib menurut hari dan waktu shalat, dari awal hari dan dari awal shalat yang ia tinggalkan. Adapun mengenai puasanya, karena ditinggalkan sebab sakit dan telah diqadha, maka tidak ada lagi kewajiban mengqadhanya.
»»  -_Lanjutkan_-

Hikmah dan Manfa'at Puasa

Posted on 05.51 by -aHmEd RidHo-

Pendahuluan

Puasa merupakan tempat pembinaan bagi setiap muslim untuk membina dirinya. Dimana masing-masing mengerjakan amalan yang dapat memperbaiki jiwa, meninggikan derajatnya, memotifasi untuk mendapatkan hal-hal yang terpuji dan menjauhkan diri-diri dari hal-hal yang merusak. Juga memperkuat kemauan, meluruskan kehendak, memperbaiki fisik, menyembuhkan penyakit, serta mendekatkan seorang hamba kepada Rabb-nya. Dengannya pula, berbagai macam dosa dan kesalahan akan diampuni, berbagai kebaikan akan semakin bertambah, dan kedudukan-pun akan semakin tinggi.

Selain itu juga puasa memiliki berbagai rahasia besar yang ebagian di antaranya telah diketahui oleh banyak orang, sedang sebagaian lainnya tidak diketahui.

Dan di antara rahasia dan manfa'at puasa yang paling tampak jelas adalah sebagai berikut:

Pertama: Metode Yang Mantap untuk Melakukan Perubahan
Di antara manfa'at puasa yang agung adalah sebagai sarama menyiapkan seorang muslim dengan kekuatan yang menjadikannya mampu untuk melakukan latihan melalui puasa sehari-hari sehingga dia dapat menahan diri dari setiap yang dia suka dan cintai. Dan dia akan katakan kepada penguasa nafsu dan syahwat, "Tidak."

Dengan demikian dia telah berhasilmewujudkan kehormatan dan kedudukan yang tinggi atas syahwat dan ketamakannya. Sedangkan orang-orang yang tidak berpuasa adalah orang yang tidak mampu mengendalikan gejolak jiwa mereka, bahkan mereka selalu tunduk kepada syahwat dan keinginan mereka. Mereka adalah budak-budak yang hina, bahkan lebih buruk daripada budak-budak manusia.

Kedua: Sebagai Cara Penggemblengan Tentara.
Kehidupan militer dengan segala hal yang diharuskannya, baik berupa kekerasan, kekasaran, ketegaran, ketundukan pada perintah, serta kedisiplinan pada arahan-arahan komandan. Dan kita bisa daptkan pengejawantahannya secara praktis pada puasa.

Yang demikian karena puasa merupakan sarana penggblengan kekuatan fisik yang mengharuskan pelakunya untuk menmpuh satu manhaj (metode) tersendiri dalam kehidupannya, dimana tiang penyangganya beruapa ketegaran, larangan, dan bersabar atas pahit getirnya rasa lapar dan panasnya rasa kehausan, kelelahan fisik dalam mengendalikan diri serta menahan hawa nafsu dan mengekang keinginannya, seakan-akan seorang Muslim yang berpuasa itu seorang tentara yang siap mendengar dan mentaaati serta menjalankan perintah Rabb-nya tanpa penolakan atau pembangkangan.

Jika seorang tentara itu tunduk dan berpegang pada perintah serta menjalankannya di bawah pengawasan komandan, maka orang yang berpuasa menjalankan perintah tanpa pengawasan dari seorang pun, kecuali dari Allah Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, yang tidak akan pernah lengah dan tidur. Maha suci Allah lagi Maha Tinggi.

Ketiga: Puasa Memperkuat Keinginan.
Puasa dapat memperkuat keinginan, mendorong kemauan, mengajarkan kesabaran, membantu menjernihkan pikiran, menghidupkan pemikiran, mengilhami pendapat yang cerdas, jika seorang berpuasa akan dapat melangkah ke fase relaks, serta melupakan berbagai rintangan yang muncul akibat waktu luang dan terkadang keterputusasaan. Dan ketika seseorang memiliki seseorang keinginan yang kuat sehingga dia mampu mengatakan kepada pelaku kemungkaran, "Ini Mungkar". Dia juga bisa menhadapi segala bentuk hal-hal negatif yang ada di masyarakat. Sehingga dengan demikian itu dia telah menjadi seorang anggota masyarakat yang dinamis, yang akan membangun dan tidak merusak, melakukan perbaikan dan tidak melakukan penghancuran.

Keempat: Membentuk Akhlak Mulia
Puasa merupakan tempat pengglembengan diri orang yang berpuasa untuk membentuk akhlak mulia, akhlak ketaqwaan, kebajikan, kebaikan, kepedulian, tolong-menolong, kasih sayang, kecintaaan, kesabaran, dan akhlak mulia lainnya yang dibangun oleh puasa pada diri orang yang menjalankannya.

Puasa dapat membentuk muraqabah (rasa selalu berada dalam pengawasan) bagi pelakunya. Bagi dirinya ada satu penjaga umum yang selalu mengawasi dirinya agar tidak ada sesuatu pun yang bersumber dari dirinya yang bertentangan dengan syari'at. Ia yang membinanya dari dalam sehingga darinya muncul amal-amal zhahir yang tunduk pada pengawasan ini.

Ibnul Qayyim mengatakan, "Puasa memiliki pengaruh yang kuat dalam menjaga anggota tubuh yang bersifat lahiriyah dan juga kekuatan batin serta melindunginya dari faktor-faktor pencemaran tersebut telah menguasai dirinya, maka ia akan rusak. Dengan demikian puasa, puasa akan menjaga kejernihan hati dan kesehatan anggota tubuh sekaligus akan mengembalikan segala sesuatu yang telah berhasil dirampas oleh nafsu syahwat. Puasa merupakan pembantu yang paling besar dalam merealisasikan ketaqwaan..." (Zaadul Ma'aad, (I/320)

Kelima: Mewujudkan Ketenangan Jiwa
Pergolakan akan berlangsung terus menerus antara jiwa yang menyuruh berbuat kejahatan dengan jiwa antara jiwa yang menyuruh berbuat kejahatan dengan jiwa yang menyuruh berbuat kebaikan. Setiap kemaksiatan yang dilakukan oleh seorang muslim adalah akibat darim penguasaan jiwa yang menyuruh berbuat kejahatan. Sedangkan setiap upaya pendekatan kepada Allah yang dilakukan oleh seorang muslim adalah senjata kuat yang dipergunakan oleh jiwa yang menyuruh berbuat kebaikan.

Oleh karena itu, puasa akan membangun kekuasaan jiwa, menguatkan serta meneguhkannya untuk melaksanakan risalahnya dan memfungsikan perannya dalam menjaga kedaimaian dan ketenangan dalam diri seseorang. Peranan penting dari kekuasaan jiwa itu adalah pengarahan melalui kecaman dan teguran yang keras setiap kali gangguan jiwa berupaya untuk mengajak kepada kejahatan, memperdayainya atau menjebaknya agar tunduk kepadanya.

Keenam: Salah Satu Wujud Dari Kesatuan Umat Islam
Puasa merupakan satu penampakan praktis dari berbagai penampakan kesatuan kaum Muslimin, kesetaraan antara si kaya dan si miskin, penguasa dan rakyat, orang tua dan anak kecil, laki-laki dan perempuan. Semuanya itu berpuasa untuk Rabb mereka, seraya memohon ampuanan-Nya dengan menahan diri dari makan pada satu waktu dan berbuka dalam satu waktu juga. Mereka sama-sama mengalami lapar dan berada dalam pelarangan yang sama pada siang hari, sebagaimana mereka mempunyai kedudukan yang sama dalam mengibarkan syi'ar-syi'ar lain yang berkenaan dengan puasa.

Dengan demikian,puasa merealisasikan di masyarakat yang berpuasa semacam kesatuan tujuan, rasa, nurani, dan tempat kembali.

Ketujuh: Memiliki Pengaruh Besar Bagi Kesehatan Secara Umum
Pada puasa itu terkandung kesehatan yang besar dengan semua maknanya, baik kesehatan badan, perasaan, maupun rohani.

Dengan demikian, puasa dapat memperbaharui kehidupan seseorang dengan diperbaharuinya sel-sel dan dibuangnya sel-sel yang sudah tua dan mati serta diistirahatkannya perut dan organ pencernaan. Puasa juga dapat memberikan perlindungan terhadap tubuh, membersihkan perut dari sisa-sisa makanan yang tidak dapat dicerna dan juga dari kelembaba yang ditinggalkan oleh makanan dan minuman.

Banyak para dokter menyebutkan berbagai manfa'at puasa, diantaranya adalah bahwa puasa dapat mempertahankan kelembaban isidentil sekialigus membersihkan pencernaan dari racun yang ditimbulkan oleh makanan yang tidak sehat, dan mengurangi lemak di perut yang sangat berbahaya bagi jantung, yang ia sama seperti pengasingan kuda yang akan dapat menambah kekuatannya untuk bergerak dan lari.

Selain itu, manfa'at puasa juga dapat membersihkan tubuh dari pencemaran yang buruk dan memberikan kesehatan serta kekuatan. Hal tersebut telah diakui oleh banyak dokter. Bahkan mereka telah banyak mengobati pasien mereka dengan menggunakan puasa ini. (Lihat Ma'ar Rasuul Fii Ramadhan, Athiyah Muhammad Salim.

Disadur dan di ringkas dari "ash-Shiyam Ahkaamun wa Adaabun" edisi Indonesia "Meraih Puasa Sempurna", Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad ath-Thayar. Penerbit, Pustala Ibnu Katsir Bogor.
»»  -_Lanjutkan_-

hukum gerakan sia-sia dalam shalat

Posted on 05.20 by -aHmEd RidHo-

Tanya :

Banyak orang yang melakukan gerakan sia-sia di dalam shalatnya, apakah ada batas tertentu dalam bergerak yang membatalkan shalat? Apakah batasannya itu dengan tiga kali gerakan berturut-turut ada dasarnya? Apa yang Anda nasehatkan kepada orang yang sering melakukan gerakan sia-sia di dalam shalat?

Jawab :

Yang wajib bagi seorang Mukmin dan Mukminah adalah thuna’ninah (tenang dan tidak tergesa-gesa) di dalam shalat, karena thuma’ninah termasuk rukun shalat berdasarkan riwayat di dalam kitab Ash-Shahihain, bahwa beliau Shalallaahu alaihi wasalam memerintahkan kepada orang yang tidak thuma’ninah di dalam shalatnya untuk mengulangi shalatnya.*1) Dan yang disyari’atkan kepada setiap Muslim dan Muslimah adalah khusyu’ di dalam shalat, konsentrasi dan menghadirkan seluruh perhatian dan hatinya di hadapan Allah Subhannahu wa Ta'ala, hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala,
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya.” (Al-Mukminun: 1-2).

Dan dimakruhkan melakukan gerakan sia-sia terhadap pakaiannya, jenggotnya atau lainnya. Jika banyak melakukan itu dan berturut-turut, maka sejauh yang kami ketahui, bahwa itu diharamkan menurut syari’at, dan itu berarti membatalkan shalat.

Untuk hal ini tidak ada batasan tertentu. Sedangkan pendapat yang membatasinya dengan tiga kali gerakan, ini merupakan pendapat yang lemah karena tidak ada dasarnya. Adapun yang dijadikan landasan adalah gerakan sia-sia yang banyak dalam keyakinan orang yang shalat itu sendiri. Jika orang yang shalat itu berkeyakinan bahwa gerakan sia-sianya itu banyak dan berturut-turut, maka hendaklah ia mengulangi shalatnya jika itu shalat fardhu, di samping itu hendaknya ia bertaubat dari perbuatan tersebut. Nasehatku untuk setiap Muslim dan Muslimah, adalah hendaklah memelihara pelaksanaan shalat disertai kekhusyu’an di dalamnya serta meninggalkan gerakan sia-sia dalam pelaksanaannya walaupun sedikit, hal in karena agungnya perkara shalat, dan karena shalat itu sebagai tiang agama Islam dan rukun Islam terbesar setelah syahadatain. Lagi pula, pada hari kiamat nanti, yang pertama kali dihisab (dihitung) dari seorang hamba adalah shalatnya. Semoga Allah menunjuki kaum Muslimin kepada jalan yang diridhai-Nya.
*1)Al-Bukhari, kitab Al-Adzan (575), Muslim, kitab Ash-Shalah (397).
( Fatawa Muhimmah Tata’allaqu Bish Shalah, hal. 41-42, Syaikh Ibnu Baz. )

Tanya :

Ketika saya hendak shalat, saya sedang kacau pikiran dan banyak yang dipikirkan, dan rasanya saya tidak begitu sadar terhadap diri saya sendiri kecuali setelah salam, lalu saya mengulanginya lagi, namun saya rasakan seperti semula, sampai-sampai saya lupa tasyahhud awal dan tidak tahu lagi berapa rakaat yang telah saya kerjakan. Hal ini semakin menambah kekhawatiran dan rasa takut saya kepada murka Allah, kemudian saya sujud sahwi. Saya mohon bimbingannya, dan saya haturkan terima kasih.

Jawab :

Bisikan itu berasal dari setan, yang wajib bagi anda adalah memelihara shalat, konsentrasi dan thuma’ninah dalam melaksanakannya sehingga anda dapat melaksanakannya dengan penuh kesadaran. Allah Subhannahu wa Ta'ala telah berfirman,
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya.” (Al-Mukminun: 1-2).

Ketika Nabi Shalallaahu alaihi wasalam melihat orang yang tidak sempurna shalatnya dan tidak thuna’ninah dalam melaksanakannya, beliau menyuruhnya untuk mengulangi shalatnya, beliau pun bersabda,

إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلاَةِ فَأَسْبِغِ الْوُضُوْءَ ثُمَّ اسْتَقْبِلِ الْقِبْلَةَ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا ثُمَّ افْعَلْ ذَلِكَ فِي صَلاَتِكَ كُلِّهَا.

“Jika engkau hendak mendirikan shalat, sempurnakanlah wudhu’, lalu berdirilah menghadap kiblat kemudian bertakbirlah (takbiratul ihram), lalu bacalah ayat Al-Qur’an yang mudah bagimu, kemudian ruku’lah sampai engkau tenang dalam posisi ruku’, lalu bangkitlah (berdiri dari ruku’) sampai engkau berdiri tegak, kemudian sujudlah sampai engkau tenang dalam posisi sujud, lalu bangkitlah (dari sujud) sampai engkau tenang dalam posisi duduk. Kemudian, lakukan itu semua dalam semua shalatmu.” *1)

Jika anda sadar bahwa anda sedang shalat di hadapan Allah dan bermunajat kepada-Nya, maka hal itu akan mendorong anda untuk khusyu’ dan konsentrasi ketika shalat, setan pun akan menjauh dari anda sehingga selamatlah anda dari bisikannya. Jika dalam shalat anda terasa banyak godaan, meniuplah tiga kali ke samping kiri dan memohonlah perlindungan Allah tiga kali dari godaan setan yang terkutuk, insya Allah hal ini akan membebaskan anda. Nabi Shalallaahu alaihi wasalam pernah menyuruh salah seorang sahabatnya melakukan itu, ketika orang tersebut berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya setan telah menyelinap di antara diriku dan shalatku serta bacaanku, ia mengacaukan shalatku.”*2)

Jadi, anda tidak perlu mengulangi shalat karena godaan, akan tetapi hendaknya anda sujud sahwi jika anda telah melakukan apa yang diwajibkan itu. Misalnya, anda tidak melakukan tasyahhud awal karena lupa, atau tidak membaca tasbih ketika ruku’ atau sujud karena lupa, atau anda ragu apakah tiga raka’at atau empat raka’at ketika shalat Zhuhur umpamanya, maka anggaplah itu tiga raka’at, lalu sempurnakan shalat, kemudian sujud sahwi dua kali sebelum salam. Jika dalam shalat Maghrib anda ragu apakah baru dua raka’at atau sudah tiga raka’at, maka anggaplah itu baru dua raka’at lalu sempurnakan, kemudian sujud sahwi dua kali sebelum salam, karena demikianlah yang diperintahkan Nabi Shalallaahu alaihi wasalam.
Semoga Allah melindungi anda dari godaan setan dan menunjuki anda kepada yang diridhai-Nya.
( Kitab ad-Da’wah, hal. 76, Syaikh Ibnu Baz. )
*1) Al-Bukhari, kitab Al-Adzan (575), Muslim, kitab Ash-Shalah (397).
*2) Muslim, kitab As-Salam (2203) dari hadits Utsman bin Abi Al-Ash.

»»  -_Lanjutkan_-

biodata liverpool

Posted on 04.52 by -aHmEd RidHo-

Inilah klub tersukses di tanah Inggris. Tak cuma hebat di liga domestik, The Reds juga jadi salah satu raksasa Eropa dengan lima tropi Liga Champions. Sayangnya sejak tahun 1989-90 mereka belum sekalipun berhasil menjuarai Liga Inggris.

Data Klub
Nama Resmi: Liverpool Football Club
Julukan: The Reds
Berdiri: 1892
Stadion: Anfield (Kapasitas 45.362)
Alamat: Merseyside, England

Prestasi
Juara Liga: (18) 1900-01, 1905-06, 1921-22, 1922-23, 1946-47, 1963-64, 1965-66, 1972-73, 1975-76, 1976-77, 1978-79, 1979-80, 1981-82, 1982-83, 1983-84, 1985-86, 1987-88, 1989-90
Piala FA: (7) 1965, 1974, 1986, 1989, 1992, 2001, 2006
Piala Liga: (7) 1981, 1982, 1983, 1984, 1995, 2001, 2003
Charity Shield: (15) 1964, 1965 (keduanya juara bersama), 1966, 1974,
1976, 1977 (juara bersama), 1979, 1980, 1982, 1986 (juara bersama), 1988,
1989, 1990 (juara bersama), 2001, 2006
Liga Champions: (5) 1977, 1978, 1981, 1984, 2005
Piala UEFA: 1973, 1976, 2001
Piala Winners: 1966
Piala Super Eropa: 1977, 2001, 2005

Rekor
-Penampilan terbanyak: Ian Callaghan (857)
-Pemain termuda: Max Thompson (17 tahun dan 129 hari) (8 Mei 1974)
-Pemain tertua: Ted Doig (41 tahun dan 165 hari (11 April 1908)
-Top skorer sepanjang masa: Ian Rush (346)
-Kemenangan terbesar: 11-0 vs Stromsgodset (Piala Winners, 17 September 1974)
-Kekalahan terbesar: 0-8 vs Huddersfield (Divisi I, 10 November 1934)
-Poin terbanyak dalam satu musim: 90 (dari 42 pertandingan dengan dengan sistem tiga angka untuk pemenang, 1987-88
-Poin terminim dalam satu musim: 51 (dari 42 pertandingan dengan dengan sistem tiga angka untuk pemenang, 1980-81)
-Pembelian pemain termahal: Fernando Torres (20,2 juta poundsterling dari Atletico Madrid)
-Penjualan pemain termahal: Robbie Fowler (12,75 juta poundsterling ke Leeds United)

Staf Klub
Presiden Klub: David Moores
Sekretaris: William Bryce Morrison
Manajer: Rafael Benitez
Pelatih Tim Pertama: Alex Miller
Fisio: Rob Price

Skuad

Kiper: Pepe Reina, Charles Itandje, David Martin
Belakang: Steve Finnan, Sami Hyypia, Daniel Agger, John Arne Riise, Fabio
Aurelio, Alvaro Arbeloa, Jamie Carragher, Martin Skrtel, Stephen Darby, Mikel San Jose, Emiliano Insua
Tengah: Harry Kewell, Steven Gerrard, Yossi Benayoun, Xabi Alonso, Jermaine Pennant, Javier Mascherano, Lucas, Sebastian Leto, Jay Spearing, Ray Putterill, Ryan Flynn, Nabil El Zhar, Damien Plessis
Depan: Fernando Torres, Andriy Voronin, Peter Crouch, Dirk Kuyt, Ryan Babel, Craig Lindfield
»»  -_Lanjutkan_-